Kamis, 09 Februari 2012

status

aku bukan pekerja di perusahaan besar, aku bukan yg berseragam, aku bukan pekerja yg masuk jam 8 pulang jam 5, aku bukan yg libur hari sabtu minggu..
aku hanya penjaga loket, hanya penjaga warung, kuli panggul, pekerja kasar..
tapi jangan salah, aku masih banting tulang untuk kalian supaya bisa tersenyum,..
dan kelak bila aku mati, bukan airmata yg mengiringiku, tapi senyuman indah yg ku minta..

perbedaan

dalam kehidupan nyata,
Membedakan manusia itu, status, pangkat, keyakinan, jabatan, kaya, miskin, jelek, cantik, smw ada subnya, sampai saat mati pun, kain kafan jg ada perbedaan, yg mahal dan murah,
Tp bagi ak, yg membedakan kita hanya amal ibadah.
Manusia itu ada 2 sub, yang jahat dan yg baik.

cinta palsu

mencintai tak dicinta, memiliki tak dimiliki, kubiarkan perasaan ini dibawa halusnya debu, biar musnah diterjang hujan.

akan kah kesempatan terulang

seperti mimpi,..
seperti khayalan..
dimana tidak ada lagi kesempatan,
mengulang semua, memperbaiki semua, menyapa semua,
hanya tertidur, terbujur, diselimuti kain putih,
menghilanglah pikiran, menghilanglah tujuan,
suara-suara mengiringiku. jeritan melepasku.
andai saja,...
aku akan membuatnya lebih baik.
yang tersisa hanya sang pencipta.

menuju keabadian

Ketika smw berakhir,
Jgn iringi ak dgn tangisan,
Jgn lepas ak dgn jeritan,
Tersenyumlah,
Kenanglah,
Krn ak hanya meninggalkan yg fana,
Menuju keabadian,
Keabadian itu yg ku perbuat sewaktu ak masih ada,

sang pencipta

jangan taburi aku dgn bunga,..
jangan sirami aku dengan airmata,..
aku tidak butuh kata-kata,
aku tidak butuh nyanyian-nyanyian,
pelihara keabadianku,
pelihara,...
yang siap menuju sang pencipta.

Minggu, 25 Desember 2011

kesombongan,...

Gak boleh sombong,
tapi itulah anugerah kita dari Tuhan, sisi sifat manusia itu selalu rasa ingin berlebih, tidak puas, dan akibatnya, kesombongan terlahir. Seperti cerita qabil dan habil. qabil membunuh adiknya sendiri di karenakan habil mempunyai istri lebih cantik dari qabil.
Solusinya,... mungkin gak ada solusi ya.
Kalau gini aja gimana, kita boleh sombong, tetapi yang kita sombongkan bukan sekedar orang tidak punya, tapi berlebih, sangat-sangat berlebih.
misalnya, kita menyombongkan kita kaya, kita harus mempunyai perusahaan besar lebih dari tiga dan rintisan kita, bukan dari orang tua.
atau kalau kita menyombongkan diri kita pintar, kita harus mempunyai banyak gelar, atau pernah menciptakan sesuatu untuk kesejahteraan manusia.
yach, tapi manusia tetap manusia,  hanya bisa menyombongkan dirinya yang memang dia tidak mampu.